Aktivitas Terbaru Ruben Onus Dalam Hasilkan Pundi Pundi Selama Corona

Aktivitas Terbaru Ruben Onus Dalam Hasilkan Pundi Pundi Selama Corona

Perjuangan ruben Onsu memang dari awal begitu mnegagumkan. Mulai dari muncul di beberapa layar kaca sebagai comedian hingga akhirnya kini menjalankan beberapa bisnis kuliner dengan omset milayaran.

Baru-baru ini bisnis ruben yang menjadi favorit ternyata menemui perkara sulit yakni perebutan merek ayam geprek. Sehingga membuat ruben harus kehilangan hak cipta dari merek tersebut. Hal tersebut pastinya adalah pukulan tersendiri bagi keluarga ruben. Namun, di tengah pandemi seperti saat ini ruben masih harus menggaji selruh karyawannya meski omset bisnisnya mengalami penurunan drastic.

Meski tengah diterpa masalah bisnis, namun ruben tetap memilih fokus dalam mengelola seluruh omset bisnisnya. Hal tersebut ia lakukan agar bisa menggaji karyawan serta menggerakkan roda bisnis yang telah dijalani hingga saat ini.

Seperti diketahui ruben telah memiliki 4 buah kerajaan bisnis dengan omset mengagumkan. Kehilangan salat satu nama saja bukan menjadi masalah besar dan tak bisa move on. Pasalnya, ruben dikenal memiliki bisnis kuliner lain yang tak kalah menarik dari ayam geprek yakni masakan khas sunda, all you can eat, minuman rasa, hingga kopi dan juga frozen food yang menggugah selera.

Tak hanya sukses di Indonesia saja, karena Ruben juga terbilang menjadi artis sukses dengan bisnisnya yang mendunia hingga Hongkong dan Malaysia. Tak hanya memilh fokus di bisnis kuliner saja, dalam menghilangkan rasa sedihnya itu ruben juga kerap kali muncul di beberapa media digital televisi mulai dari ranah musik, gossip, hingga ke reality show.

Bisnis ruben memang tak hanya berhenti di salah satu makanan saja. pasalnya, hingga saat ini ruben terus mengembangkan bisnis bersama sang istri yakni bisnis penjualan daster hingga couple ibu dan anak. Bisnis tersebut juga terbilang menjadi bisnis sukses dengan omset yang tinggi tak kalah dengan kuliner aya gepreknya. Sehingga tak heran jika pundi-pundi ruben kemudian terus bertambah meskipun salah satu nama perusahaanya tak lagi bisa ia gunakan kembali karena masalah perebutan hak cipat beberapa tempo lalu.